tanin gambir ngalau jaya

     Tanin gambir juga memiliki berbagai manfaat. Tanin dapat digunakan sebagai perekat kayu, penyamak kulit dan pewarna. Penelitian (Malrianti et al, 2018) gambir memiliki tanin yang tinggi dengan kekuatan rekat yang dihasilkan sebesar R2= 0,9032. Semakin tinggi kandungan tanin maka daya rekat yang dihasilkan akan semakin tinggi. Kualitas perekat yang dihasilkan dari gambir sesuai dengan standar SNI 06-4565-1998,SII 0778-83 Adhesive Phenol Formaldehyde Liquid dan sesuai dengan Standar Industri Jepang (JIS A 5908, 2003).

     Sebagai penyamak tanin dimanfaatkan pada industri kulit tas, sepatu, serta berbagai asesoris. Berdasarkan hasil riset kebutuhan tepung penyamak kulit di Indonesia lebih kurang 2.000 ton per tahun dan saat ini tepung itu masih didatangkan dari luar negeri. Sebagai wilayah penghasil gambir terbesar tentu saja ini menjadi peluang yang sangat berharga jika dilewatkan. PenyaKak tanin dilakukan dari zaman kuno. Pemilihan bahan penyamak nabati penting untuk mendapatkan kulit dengan karakteristik tertentu. Kulit yang diproduksi dengan tanin terhidrolisis berwarna coklat muda, kuning atau kehijauan. Penyamakan kulit dengan tanin lebih tahan sinar matahari, lentur dan tahan lama (Falcao& Araujo, 2013).

Tanin sebagai zat pewarna dilakukan pada proses pencelupan kapas, wool, dan sutra di industri tekstil. Gambir dapat menghasilkan warna cokelat tua, cokelat kemerahan, dan hijau tergantung jenis pembangkit warna yang digunakan. Selain itu, penggunaan gambir sebagai pewarna tekstil alami sangat ramah lingkungan (Pujilestari, 2015). Pemanfaatan tanin (pewarna nabati) semakin digemari, karena pewarna sintetis memiliki banyak dampak negatif. Limbah pewarna sintetis dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan berbahaya, karena beberapa pewarna dapat terdegradasi menjadi senyawa yang bersifat karsinogenik dan beracun. Bercampurnya material koloid dengan limbah pewarna, dapat meningkatkan kekeruhan dan menjadikan air berpenampilan buruk, berbau, mencegah penetrasi sinar matahari. Dampak yang ditimbulkan adalah penipisan oksigen terlarut, kualitas perairan menurun dan kematian makhluk hidup yang tinggal di dalamnya karena kekurangan oksigen atau terkontaminasi senyawa beracun. Di samping itu ketika limbah dibiarkan mengalir akan menyumbat pori-pori tanah yang berakibat pada hilangnya produktivitas tanah, tekstur tanah mengeras dan mencegah penetrasi akar tumbuhan (Kant, 2015).

Keungulan tanin sebagai pewarna kain yaitu tidak luntur dan tahan cahaya. Kain katun dicelup dengan pewarna kulit kayu uncaria gambir menggunakan mordan logam dapat secara efektif meningkatkan sifat tahan luntur warna. Karena itu, bisa termasuk bahwa energi ultrasonik dapat berguna dalam pengurangan waktu batching fitur yang sangat menarik untuk produksi industri. Penelitian Failisnur et al (2021) proses membatik dan pewarnaan pada kapas dan sutera menggunakan limbah cair gambir, melalui proses penghilangan lilin dalam suhu panas mempengaruhi karakteristik warna dan tahan luntur sifat kain. 

 

√ó

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko

Nama Toko

Selamat datang di Toko Kami. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Selamat datang, ada yang bisa Saya bantu